SMPN 14 Depok menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertema “Peningkatan Kompetensi PTK untuk Mewujudkan Iklim Organisasi yang Sehat di Sekolah”. Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, ini diikuti seluruh guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kapasitas pendidik menghadapi tantangan pendidikan. Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber, salah satunya Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan Kota Depok, Fitra Sukandar.
Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya penguatan literasi dan numerasi (litnum) sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran di sekolah. Menurut Fitra, literasi dan numerasi tidak lagi dipandang sebagai kemampuan yang berdiri sendiri, tetapi harus terintegrasi dalam setiap mata pelajaran agar peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, menganalisis persoalan, dan memecahkan masalah. “Penguatan yang kami sampaikan berkaitan dengan pentingnya mengembangkan keterampilan literasi dan numerasi. Harapannya, seluruh sekolah dapat menerapkan literasi numerasi ke dalam proses pembelajaran sehingga menjadi budaya belajar di kelas,” ujar dia kepada Harian Radar Depok, di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, penerapan pembelajaran berbasis literasi dan numerasi juga menjadi salah satu langkah sekolah dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). “Dengan pembelajaran yang berbasis literasi dan numerasi, sekolah secara tidak langsung telah menyiapkan siswa menghadapi TKA karena kemampuan berpikir dan pemahaman mereka akan lebih terasah,” katanya. Dalam sesi diskusi, para peserta juga banyak mengajukan pertanyaan mengenai arah kebijakan pelaksanaan TKA di masa mendatang. Mulai dari kemungkinan adanya perubahan kebijakan hingga perbedaan mendasar antara TKA dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
Fitra menjelaskan bahwa guru memiliki peran penting dalam menyiapkan peserta didik melalui proses pembelajaran yang berkualitas, bukan sekadar mengejar capaian akademik. Ia berharap para guru mampu mengembangkan pembelajaran berbasis literasi numerasi yang dipadukan dengan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh, merefleksikan hasil belajarnya, serta menyusun langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. Sementara itu, Kepala SMPN 14 Depok, Haryanto, mengatakan kegiatan IHT menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru agar mampu mengikuti perkembangan kebijakan pendidikan sekaligus menjawab kebutuhan peserta didik.
“Kami ingin seluruh guru di SMPN 14 Depok terus meningkatkan kompetensinya, terutama dalam menerapkan pembelajaran berbasis literasi numerasi dan pembelajaran mendalam. Dengan guru yang terus belajar, kami optimistis kualitas layanan pendidikan di sekolah akan semakin baik dan mampu melahirkan peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta siap menghadapi berbagai bentuk asesmen maupun tantangan di masa depan,” ujar Haryanto. Ia berharap hasil pelatihan tidak berhenti pada kegiatan IHT semata, tetapi dapat diimplementasikan secara konsisten dalam proses belajar mengajar sehingga tercipta iklim organisasi sekolah yang sehat, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.***
sumber : https://www.radardepok.com/metropolis/94617432029/smpn-14-depok-perkuat-kompetensi-guru-lewat-iht-fokus-literasi-numerasi-dan-pembelajaran-mendalam
Tinggalkan Komentar